3 Museum Militer yang Wajib Anda Kunjungi

3 Museum Militer yang Wajib Anda Kunjungi

Mengunjungi museum dengan suasana ala militer, tentu akan memberikaan kesan tersendiri bagi anda. Karena selain menambah pengetahuan tentang kemiliteraan kita juga dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air. Berikut ini akan dijabarkan mengenai museum-museum mana saja yang menjadi tempat penyimpanan benda-benda milik militer di Indonesia. Karena Indonesia memiliki tiga divisi militer berbeda yaitu TNI AD, TNI AU, dan TNI AL yang tentu saja menyimpan bendabenda militer sesuai dengan divisinya masing-masing. Setiap museum yang akan disebutkan berikut ini memiliki ciri khasnya sesuai dengan tujuan museum ini didirikan.

Jika anda sudah siap mari kita mulai penjelajahan mencari referensi liburan ke mueum yang mengasyikkan. Siapkan sepiring camilan untuk menemani anda menyimak ulasan berikut.

1. Museum Dirgantara Mandala

Photo by Google Maps (Rahma Khairunnisa)

Museum yang terletak di Kota Yogyakarta dan di bawah kepengurusan TNI AU ini menyimpan koleksi berupa pesawat dan berbagai macam piranti tentang kedirgantaraan. Pesawat yang dipamerkan di museum ini adalah pesawat yang telah jatuh atau telah rusak karena kecelakaan.

Museum yang memiliki luas sekitar 4,2 Ha ini berdiri di atas bekas pabrik gula daerah Wonocatur Lanud Adisucipto. Di museum ini selain memajang pesawat bekas kecelakaan, juga memamerkan pesawat tempur dan replikanya. Ada juga bagian di mana di pamerkan seragam dan patung para pilot dan pramugari yang telah wafat karena menjadi korban jatuhnya pesawat. Misalnya saja patung pramugari pesawat garuda yang terjatuh di Sungai Bengawan Solo.

Baca Juga:  Menjelajahi Biota Laut dengan Snorkeling di Pantai Yogyakarta

Lokasi: Jl. Raya Janti, Karang Janbe, Kec. Banguntapan, Kab. Bantul, DI Yogyakarta.

2. Museum Mandala Bhakti

Photo by Google Maps (Lutfia Prihanani)

Terletak di Kota Semarang Jawa Tengah ini menyimpan berbagai dokumen, alat senjata, dan barang milik TNI. Museum yang berdiri sejak jaman penjajahan belanda ini dulunya merupakan Pengadilan Penegakkan Hukum. Sehingga tidak heran jika suasana dan bentuk gedung yang ada sekarang ini memberikan kesan tegas dan kaku.

Mandala Bhakti ini di sahkan pada tahun 1985 tepatnya pada bulan maret oleh Mayor Jendral Sugiarto di bawah pengawasan Kodam IV Diponegoro. Semakin memberi kesan ketegasan dan memberi tahu anda tentang sejarah panjang militer di negeri ini.

Museum ini bersebelahan dengan Lawang Sewu, obyek wisata yang cukup tersohor di Kota Semarang. Museum ini terdiri dari dua lantai, tempat penyimpanan senjata dan alutsista berada di lantai dua dengan ditempatkan di dalam etalase kaca. Di lantai satu terdapat bioskop mini yang memutar film-film perjuangan dan perang jawa yang cukup terkenal dengan nama suksesi.

Lokasi: Jl. Unika Soegijapranata, Barusari, Kec. Semarang Selatan, Kota Semarang, Jawa Tengah.

3. Museum Loka Jala Crana

Photo by Google Maps (kakpj)

Museum yang menyimpan peralatan milik TNI AL ini diresmikan pada 19 September 1969 oleh istri Panglima Laksamana Moeljadi. Museum ini menyimpan dan mengabadikan peralatan militer milik TNI AL yang memang sengaja di pamerkan sebagai sarana edukasi dan pengetahuan bagi masyarakat sekitar. Juga sebagai bahan pengenalan dan pendekatan kepada masyarakat umum agar lebih mengenal lagi kehidupan prajurit.

Baca Juga:  4 Air Terjun Unik di Jawa Tengah

Museum ini memiliki fasilitas seperti planetarium observatorium, teleskop, dan peralatan perang seperti tank, meriam, penembak apollo, dan tak lupa transportasi untuk bertugas menjaga laut yaitu kapal. Pengunjung museum ini biasanya rombongan sekolah utamanya rombongan anak TK. Jika anda tertaarik untuk berkunjung kemari maka siapkan uang saku sebesar Rp. 2000 unuk tiket dan jangan lupa datang pada pukul 08.00-14.00.

Lokasi: Jl. Moro Krembangan, Bumimoro, Kec. Krembangan, Kota Surabaya, Jawa Timur.

Menarik bukan museum-museum milik militer Indonesia di atas, bila anda sudah mulai tertarik jangan lupa untuk menyiapkan bekal dan tabungan agar dapat menikmati waktu berlibur dengan nyaman.