Pesona Curug Sanghyang Taraje yang Menawan

Pesona Curug Sanghyang Taraje yang Menawan

Lokasi: Kombongan, Pakenjeng, Kec. Pamulihan, Kab. Garut, Jawa Barat.
Map: Cek Lokasi

Wisata air selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi banyak orang. Pantai, laut, danau, sungai dan air terjun atau curug selalu menjadi primadona untuk dikunjungi. Berada di tengah alam nan sejuk, hijau nan megah membuat hati betah berlama lama menikmatinya. Apalagi di tengah alam terdapat sebuah curug atau air terjun akan membuat hati berdebar takjub akan kebesaran Sang Pencipta. Suara air menghantam tanah dan air, hembusan angin mengandung butir-butir air terjun menyegarkkan hati dan pikiran.

Photo by Google Maps (Iko Paundralingga)

Bersama keluarga atau kerabat dengan menyambangi curug akan menjadi sebuah kenangan yang menggembirakan. Kali ini kita menyambangi Curug Sanghyang Taraje yang berlokasi di Garut Jawa Barat. Air terjun ini lokasinya agak tersembunyi yaitu di sebuah lembah Desa Pakenjeng. Dikelilingi bukit-bukit hijau, air terjun ini bagai sebuah lukisan besar nan indah. Keindahan curug ini tentu akan menjadi tempat rekreasi yang menakjubkan bagi keluarga atau kerabat kita.

Untuk dapat memasuki kawasan Curug Sanghyang Taraje pengunjung perlu membayar tiket sebesar 10.000 rupiah per orang. Tiket ini sudah termasuk biaya penitipan motor dan berenang di kolam yang tersedia. Seperti tempat wisata pada umumnya Curug Sanghyang Taraje ini buka pada pagi hari dan tutup sore hari dan akan cukup ramai di hari libur. Curug Sanghyang Taraje sebuah tempat yang memiliki alam yang sangat indah. Air terjun yang mengucur deras ini tak mengenal musim , karena musim kemaraupun tetap deras airnya.

Sungguh sebuah pesona air terjun yang akan menjadikannya destinasi wisata tak terlupakan. Curug Sanghyang Taraje ini memang menjadi berkah tersendiri bagi warga Garut dan sekitarnya. Nama Sanghyang Taraje berasal dari kata dewa terbang menuju lembah yang konon berasal dari legenda Sangkuriang. Nah, untuk menuju Curug Sanghyang Taraje kita dapat menitipkan kendaraaan dan melanjutkan perjalanan denganberjalan kaki. Jalan setapak yang dilalui memang curam dan licin sehingga cukup bebahaya jika menggunakan kendaraan. Tak sampai 15 menit suara hempasan air dari air terjun akan terdengar samar-samar di pendengaran kita.

Lama kelamaan tampak gambaran sepasang air terjun setinggi 80 meter yang mengealir di tebing bukit. Percikan air akibat air menghujam ke bawah terbawa angin dan mengenai wajah kita. Bak kabut dengan kandunga air yang tebal akan menyebar ke area sekitar. Pemandangan akan lebih memesona lagi saat kabut turun menyelimuti sekitar air terjun. Di bawah air terjun terdapat sebuah bendungan kecil atau seperti danau yang menapung curahan air dari atas. Di sini kita dapat berfoto ria , walau akan terhembus oleh percikan air yang sedikit membasahi kamera atau ponsel kita.

Photo by Google Maps (lsar Ramdan Astrid Putra)

Selain berfoto ria beberapa hal dapat kita lakukan untuk menikmati alam yang indah ini. Pengunjung dapat berendam atau berenang di aliran air , yang dianggap cukup aman. Jika berendam atau berenang di bawah air terjun akan cukup berbahaya. Kita akan merasakan air yang dingin sejuk menyentuh kulit kita akan menyegarkan badan. Air yang bersih dan jernih membuat kita nyaman berlama-lama berendam dan berenang.

Selain berenang atau berendam, aktifitas lain yang bisa dilakukan yang tak kalah menarik yaitu berkemah. Ya berkemah, di dekat curug terdapat area yang cukup luas dan datar sehingga bisa didirikan tenda. Lokasinya cukup nyaman, sudah tersedia toilet dan Mushola. Pastikan posisi tenda tidak terlalu dekat dengan curug agar tidak basah.