Pesona Wisata Religi di Kota Jakarta

Pesona Wisata Religi di Kota Jakarta

Banyak orang yang beranggapan bahwa tempat wisata adalah tempat dengan sejuta panorama keindahan alam atau bangunan cagar budaya yang dilindungi oleh pemerintah. Namun tempat wisata tidak harus berupa panorama alam seperti bukit, gunung, laut, atau bangunan kuno peninggalan Belanda. Tempat ibadah yang dulu dianggap sebagai bangunan suci serta hanya diperbolehkan untuk beribadah, kini justru banyak yang dijadikan sebagai objek wisata seperti Masjid Istiqlal yang terletak di Kota Jakarta.

Dikarenakan bentuknya yang unik, tempat ibadah seperti Masjid istiqlal juga memiliki nuansa tersendiri ketika dikunjungi. Banyak wisatawan yang mengaku merasakan kesejukan ketika berkunjung ke tempat ibadah tertentu meski hanya sekadar melihat-lihat atau hanya sekadar berswafoto. Selain Masjid istiqlal, ada beberapa tempat ibadah di Jakarta yang kini merangkap sebagai objek wisata dan banyak diminati wisatawan, seperti dua tempat ibadah berikut.

1. Hare Khrisna Temple

Photo by Google Maps (Ashwani Mishra)

Kuil ini adalah tempat perkumpulan para pemuja Dewa Khrisna yang berpedoman pada Kitab Wedha. Kuil yang diperuntukkan bagi para penganut agama Hindu ini didirikan sekitar 1973 dan berada di kawasan Pasar Baru Jakarta. Keberadaan kuil ini selain menjadi tempat ibadah dan perkumpulan para penyembah Khrisna juga sebagai tempat wisata. Namun pengunjung disarankan untuk melakukan negosisasi kepada pengurus tempat ibadah karena ditakutkan akan mengganggu upacara ritual atau ibadah di kuil ini. Tetapi beberapa orang yang pernah berkunjung kesana, disarankan untuk datang ketempat ini sekitar pukul 10.00-21.00 jika ingin berwisata.

Baca Juga:  Menyusuri Jalan Glodok Pecinan

Tempat ibadah ini terdiri dari empat lantai dengan ruang ibadah utama berada dilantai empat. Lantai empat berbentuk altar yang cukup luas dengan tiga bentuk patung berbeda yang disembah oleh umat Hindu dalam kelompok Khrisna ini. Ketiga patung tersebut melambangkan Khrisna, Balarama, dan Subadra, antara Balarama dan Subadra memiliki tali persaudaran dengan Khrisna sebagai dewa utama.

Jika anda sangat berminat untuk menikmati kesejukan dan kedamaian di tempat ini anda dapat berkunjung di hari minggu, karena biasanya akan ada perayaan di hari tersebut. Anda juga harus menjaga tatakrama dan menjaga volume bicara anda jika tidak ingin dimarahi oleh pendeta atau penjaga kuil.

Lokasi: Jl. Kelinci Raya, Pasar Baru, Kec. Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta.

2. Masjid Ramlie Musofa

Photo by Twitter.com @winarto_sarsidi

Masjid ini diberi gelar oleh penduduk Jakarta sebagai “Taj Mahal Jakarta” karena bangunannya yang berbentuk seperti bangunan berunsur India dan dipadukan dengan arsitektur China. Masjid ini didirikan pada 2011 dan memakan watu selama lima tahun dalam proses pengerjaannya.

Menurut sejarah, Haji Ramli sang pendiri masjid merupakan seorang mualaf yang pada saat itu usianya belum genap 20 tahun. Namun karena niat dan kesungguhannya ia dapat mendirikan masjid yang kini selain sebagai tempat ibadah juga sebagai objek wisatabagi masyarakat Jakarta dan luar daerah. Dibalik gelarnya sebagai “Taj Mahal Jakarta” karena bangunannya yang dinilai mengaambil unsur India, pendiri masjid ini justru tidak mengadopsi budaya India. Ia mengaku ornamen dan struktur masjid ini merupakan perpaduaan dari tiga budaya yaitu Melayu, Arab, dan Tionghoa tempat asal Haji Ramli.

Baca Juga:  Wisata Alam Jakarta yang Gak Bikin Gerah

Disisi depan, yaitu sebelah kanan-kiri tangga masuk terdapat tulisan surat Al-Fatihah yang ditulis tidak hanya dalam bahasa Arab tetapi juga bahasa Indonesia dan Mandarin. Jika anda melihat ke arah seberang Masjid Ramli, maka anda akan mendapatkan pemandangan berupa danau yang dinamai sebagai Danau Sunter. Danau tersebut menambah nilai estetik bagi Masjid Ramli karena menjadikannya semakin mirip seperti Taj Mahal di India.

Lokasi: Jl. Danau Sunter Raya Selatan, Sunter Agung, Kec. Tanjung Priok, Kota Jakarta Utara, DKI Jakarta.